Rabu, 27 Mei 2015

hukum ohm



Hukum Ohm

A.    Tujuan
Ø  Tau kah kamu…. Kuatarus (I) berbanding lurus denganTegangan (V) dan berbanding Terbalik denganHambatan(R).
Ø  Siswa dapat membuktikan Hukum Ohm
B.     Bahan ajar
Ø  Kita lihat gambar..
Gambar 1.

 


Ø  Kita lihat gambar 1 ini adalah gambar awal.

Gambar 2.




 





Ø  Kita lihat gambar 2 , ketikaTegangan (V) dinaikan maka kuatarus(I) semakin besar.

Gambar 3.




 







Ø  Kita lihatgambar 3 yang ditujukan oleh panah, ketika Hambatan(R)dinaikan maka kuat tarus(I) semakin kecil. 
Ø  Mari kita lihat bersama penjelasannya dibawah ini…

Dalam Ilmu Elektronika, Hukum dasar Elektronika yang wajib dipelajari dan dimengerti oleh setiap Engineer Elektronika atau pun penghobi Elektronika adalahHukum Ohm, yaitu Hukum dasar yang menyatakan hubungan antara Arus Listrik (I), Tegangan (V) dan Hambatan (R). Hukum Ohm dalam bahasa Inggris disebut dengan “Ohm’s Laws”. Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh seorang fisikawan Jerman yang bernama Georg Simon Ohm (1789-1854) padat ahun 1825. Georg Simon Ohm mempublikasikanHukum Ohm tersebut pada Paper yang berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically” pada tahun 1827.
Bunyi Hukum Ohm
Pada dasarnya, bunyi dari Hukum Ohm adalah :
“Besar aru slistrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan bedapotensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
SecaraMatematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :
V = I x R
I = V / R
R = V / I
Dimana :
V = Voltage (Beda Potensial
atauTegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V))
I = Current (Arus
Listrik yang satuan unitnyaadalah Ampere (A))
R = Resistance (Hambatan
atau Resistansi yang satuan unitnya adalah Ohm (Ω))
Dalam aplikasinya, Kita dapat menggunakan Teori Hukum Ohm dalam Rangkaian Elektronika untuk memperkecilkan Aruslistrik, Memperkecil Tegangan dan juga dapat memperoleh Nilai Hambatan (Resistansi) yang kita inginkan.
Hal yang perlu diingat dalam perhitungan rumus Hukum Ohm, satuan unit yang dipakai adalah Volt, Ampere dan Ohm. Jika kita menggunakan unit lainnya seperti milivolt, kilovolt, miliampere, megaohm atau pun kiloohm, maka kita perlu melakukan konversike unit Volt, Ampere dan Ohm terlebih dahulu untuk mempermudahkan perhitungan dan juga untuk mendapatkan hasil yang benar.