Senin, 15 Juni 2015

BESARAN DAN SATUAN

BESARAN DAN SATUAN

A. Kompetensi. Dasar    :
1.Menguasai konsep besaran dan satuan
1. Menggunakan alat ukur yang tepat untuk mengukur
suatu besaran

B. Materi
BESARAN DAN SATUAN
Pengukuran adalah proses membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan. Hasil dari pada pengukuran merupakan besaran.
Besaran adalah suatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka dan nilai yang memiliki satuan.
Dari pengertian ini dapat diartikan bahwa sesuatu itu dapat dikatakan sebagai besaran harus mempunyai 3 syarat yaitu
1. dapat diukur atau dihitung
2. dapat dinyatakan dengan angka-angka atau mempunyai nilai
3. mempunyai satuan
Dalam fisika besaran ada dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan.:
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.

NO
Besaran Pokok  
Satuan   
Singkatan
Dimensi   
1
Panjang
Meter
m
L
2
Massa
Kilogram
kg
M
3
Waktu
Sekon
s
T
4
Arus Listrik
Ampere
A
I
5
Suhu
Kelvin
K
θ
6
Intensitas
Cahaya
Candela
cd
J

7
Jumlah Zat
Mole
mol
N


Besaran turunan adalah besaran  yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Jika suatu besaran turunan merupakan perkalian besaran pokok , satuan besaran turunan itu juga merupakan perkalian satuan besaran pokok, begitu juga berlaku didalam satuan besaran turunan yang merupakan pembagian besaran pokok. Besaran turunan mempunyai ciri khusus antara lain : diperoleh dari pengukuran langsung dan tidak langsung, mempunyai satuan lebih dari satu dan diturunkan dari besaran pokok.

NO
Besaran Pokok  
Rumus  
Dimensi
1
Luas
panjang x lebar
[L]2   
2
Volume
panjang x lebar x tinggi
[L]3  
3
Massa Jenis
Massa/volume
[m] [L]-3 
4
Kecepatan
 Perpindahan/waktu
[L] [T]-1  
5
Percepatan
Kecepatan/waktu 
[L] [T]-2
6
Gaya
massa x percepatan
[M] [L] [T]-2 
7
Usaha dan Energi
gaya x perpindahan
[M] [L]2 [T]-2  
8
Impuls dan Momentum
gaya x waktu
[M] [L] [T]-1 







 Satuan adalah sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. Setiap besaran mempunyai satuan masing-masing, tidak mungkin dalam 2 besaran yang berbeda mempunyai satuan yang sama. Apa bila ada dua besaran berbeda kemudian mempunyai satuan sama maka besaran itu pada hakekatnya adalah sama. Sebagai contoh Gaya (F) mempunyai satuan Newton dan Berat (w) mempunyai satuan Newton. Besaran ini kelihatannya berbeda tetapi sesungguhnya besaran ini sama yaitu besaran turunan gaya.
Satuan Baku
Satuan baku adalah satuan yang telah diakui dan disepakati pemakaiannya secara internasional tau disebut dengan satuan internasional (SI).
Contoh: meter, kilogram, dan detik.
Sistem satuan internasional dibagi menjadi dua
, yaitu:
1. Sistem MKS (Meter Kilogram Sekon)
2. Sistem CGS (Centimeter Gram Second)
Tabel Satuan Baku

Besaran Pokok
Satuan MKS
Satuan CGS
Massa
kilogram (kg)
gram (g)
Panjang
meter (m)
centimeter (cm)
Waktu
sekon (s)
sekon (s)
Kuat Arus
ampere (A)
statampere (statA)
Suhu
kelvin (K)
kelvin (K)
Intensitas Cahaya
candela (Cd)
candela (Cd)
Jumlah Zat
kilomole (mol)
mol


Rabu, 27 Mei 2015

hukum ohm



Hukum Ohm

A.    Tujuan
Ø  Tau kah kamu…. Kuatarus (I) berbanding lurus denganTegangan (V) dan berbanding Terbalik denganHambatan(R).
Ø  Siswa dapat membuktikan Hukum Ohm
B.     Bahan ajar
Ø  Kita lihat gambar..
Gambar 1.

 


Ø  Kita lihat gambar 1 ini adalah gambar awal.

Gambar 2.




 





Ø  Kita lihat gambar 2 , ketikaTegangan (V) dinaikan maka kuatarus(I) semakin besar.

Gambar 3.




 







Ø  Kita lihatgambar 3 yang ditujukan oleh panah, ketika Hambatan(R)dinaikan maka kuat tarus(I) semakin kecil. 
Ø  Mari kita lihat bersama penjelasannya dibawah ini…

Dalam Ilmu Elektronika, Hukum dasar Elektronika yang wajib dipelajari dan dimengerti oleh setiap Engineer Elektronika atau pun penghobi Elektronika adalahHukum Ohm, yaitu Hukum dasar yang menyatakan hubungan antara Arus Listrik (I), Tegangan (V) dan Hambatan (R). Hukum Ohm dalam bahasa Inggris disebut dengan “Ohm’s Laws”. Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh seorang fisikawan Jerman yang bernama Georg Simon Ohm (1789-1854) padat ahun 1825. Georg Simon Ohm mempublikasikanHukum Ohm tersebut pada Paper yang berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically” pada tahun 1827.
Bunyi Hukum Ohm
Pada dasarnya, bunyi dari Hukum Ohm adalah :
“Besar aru slistrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan bedapotensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
SecaraMatematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :
V = I x R
I = V / R
R = V / I
Dimana :
V = Voltage (Beda Potensial
atauTegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V))
I = Current (Arus
Listrik yang satuan unitnyaadalah Ampere (A))
R = Resistance (Hambatan
atau Resistansi yang satuan unitnya adalah Ohm (Ω))
Dalam aplikasinya, Kita dapat menggunakan Teori Hukum Ohm dalam Rangkaian Elektronika untuk memperkecilkan Aruslistrik, Memperkecil Tegangan dan juga dapat memperoleh Nilai Hambatan (Resistansi) yang kita inginkan.
Hal yang perlu diingat dalam perhitungan rumus Hukum Ohm, satuan unit yang dipakai adalah Volt, Ampere dan Ohm. Jika kita menggunakan unit lainnya seperti milivolt, kilovolt, miliampere, megaohm atau pun kiloohm, maka kita perlu melakukan konversike unit Volt, Ampere dan Ohm terlebih dahulu untuk mempermudahkan perhitungan dan juga untuk mendapatkan hasil yang benar.